Header Ads

Breaking News
recent

Hentikan Posting Fly dan Key Secara Vulgar!


"Yang namanya fly, biss dan komersilkan konten pay tv tanpa izin adalah ILEGAL."



[caption id="attachment_857" align="alignright" width="384"]Terdakwa dugaan pembajakan Indovision. Terdakwa dugaan pembajakan Indovision.[/caption]

Pecinta dunia televisi satelit dihebohkan dengan persidangan terkait  dugaan pembajakan hak siar televisi berlangganan Indovision yang dilakukan terdakwa berinisial MC di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Kamis (25/07/2013).


Hal itu menjadi sorotan tajam di ranah dunia satelit paska jalannya persidangan ditayangkan sejumlah stasiun televisi swasta milik MNC Group dan dimuat di portal berita koran sindo.


Beragam tanggapan pun bermunculan. Ada yang bersikap sinis terhadap saksi korban, MNC Group dan ada juga yang merasa bahwa ini merupakan imbas dari vulgarnya postingan yang dilakukan terdakwa.


Terdakwa diketahui berjualan secara online melalui blog dan media jejaring sosial Facebook. Tanpa tedeng aling-aling, ia memajang dagangannya secara terbuka dengan identitas asli dan foto yang real.



Dagangannya? Ya laris manis dengan penawaran menggiurkan dimana para konsumen dijanjikan akan dapat menyaksikan channel premium tanpa membayar mahal. Ironisnya, dia malah memajang nama tv berbayar yang bisa ditonton dengan biaya yang sangat murah.


Selain itu, dia berani terang-terangan memajang dagangan fisik yang sebenarnya tidak untuk diperjualbelikan yang kini menjadi barang bukti di pengadilan. Entah sadar atau tidak, perbuatannya itu adalah hal yang ilegal. Faktanya, kini ia harus menjalani beberapa persidangan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.




[caption id="attachment_858" align="alignleft" width="384"]LNB S Band yang dijadikan barang bukti. LNB S Band yang dijadikan barang bukti.[/caption]

Apakah ini kejadian yang pertama?


Jawabannya tidak. Sebelum masalah ini muncul ke permukaan, jauh sebelumnya ia dikabarkan pernah mendapat peringatan salah satu pay tv di Australia. Masalahnya, sama dengan kasus Indovision ini. Untungnya, pay tv Australia tersebut tidak membawanya ke ranah hukum.


Nah, jauh lagi sebelum mendapat peringatan dari pay tv Australia tersebut, ia juga sudah dikritik, mendapat sorotan dari sesama pecinta dunia televisi satelit. Mungkin, bukan satu dua orang yang mengingatkan bahwa sikapnya tersebut terlalu berani dan beresiko tinggi.


Keberaniannya itu bukan hanya berdampak kepada dirinya, tapi mengancam pedagang lainnya yang murni berdagang dan khalayak ramai. Apa ia mendengarkannya? Kalau jawabannya iya, tentu kini ia tidak akan menjadi pesakitan di meja hijau.


Di dunia televisi satelit, sistem pembajakan yang dia lakukan akrab disebut fly atau terbang. Saya tidak akan ceritakan bagaimana cara kerjanya, tapi apa yang termuat di berita Koran Sindo sepertinya saksi juga belum memahaminya.


Pada berita tersebut, Vice President Director PT MNC SkyVision Handhianto S Kentjono menyebutkan bahwa terdakwa mengalihkan pembayarannya. Sebenarnya tidak ada pengalihan pembayaran disitu. Diujung statement-nya, ia menutup dengan kalimat, “Dengan modus yang cukup rumit tersebut,”.


Intinya fly ini salah satu trik membobol sistem enkripsi di televisi berbayar dan sudah lama menjadi trend setter di dunia televisi satelit. Mungkin, jauh sebelum terdakwa ini mengenal dunia persatelitan. Saat itu hanya dibahas secara terbatas di dunia internet underground. Bukan hanya di Indonesia, namun juga marak di negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand atau Pakistan.


Paska munculnya jejaring sosial Facebook, perlahan semuanya muncul ke permukaan. Bahkan, saat ini terposting dengan vulgar, sampai dilengkapi dengan screen shot hingga banyak ‘orang baru’ (kalau tidak mau dibilang nubie) menganggap itu adalah perbuatan legal.


Nah, mari buka mata kita sekarang, khususnya yang membela dan membenarkan perbuatan terdakwa. Entah ini semacam shock therapy dari MNC Group, nyatanya kini satu orang sudah menjadi contoh bagi semuanya. Hentikan postingan yang berbau fly, share biss key dan lainnya secara terbuka. Sadarilah, itu semua perbuatan ilegal.


Ibarat mengendarai sepeda motor tanpa helm dan dengan gagahnya melewati Polantas, sikap seperti itu seperti menantang pihak televisi berbayar. Pahamilah, itu salah dan tetap perbuatan tercela baik dari segi hukum, maupun agama. Sama saja halnya berupaya memasuki rumah orang tanpa izin.


Tanpa bermaksud membenarkan perbuatan ini...


Bagi yang ingin tetap mempelajari, silahkan sharing secara tertutup. Sama seperti trik internet gratisan yang dipajang secara vulgar, sharing fly dan biss key secara terbuka, berarti anda ikut membantu trik ini akan segera berakhir.


Unlike dan report semua fans page Facebook yang share fly dan biss key secara terbuka. Semakin bisa dipendam, maka semakin besar kemungkinan trik ini bisa bertahan.


Bagi anda yang merupakan admin FP Facebook atau akun twitter yang sering share biss key atau Fly, sadarilah, pihak MNC juga belum berhenti dengan satu pelaku saja. Handhianto yang menduga terdakwa tidak menjalankan aksi sendirian dan ada pihak lain menunjukkan adanya upaya mencari arah aliran sharing fly tersebut. Artinya, akan ada kemungkinan munculnya tersangka-tersangka baru. Pahami dan pikirkanlah, kawan.


ABDULLAH LATHIF MANJORANG


Follow me on Twitter : @pippoadhif


Me on GooglePlus : gplus.to/adhif

38 comments:

  1. Yang salah tuh pembuat receiver.a
    harus ditangkap jg donk !

    ReplyDelete
  2. Receiver di buat bukan untuk menikmati fly bro,tp untuk keperluan home sharing aja....

    Trus sama org indo di perluas.....

    ReplyDelete
  3. enjoy and keep share katanya

    ReplyDelete
  4. Manunggaling Kawula GustiJuly 26, 2013 at 3:56 PM

    Hakimnya pasti bingung, pasal apa yg dijatuhkan??? Belum ada undang2nya di indonesia...pasal tentang FLY...

    ReplyDelete
  5. udah jelas pelanggaran hak cipta kok bingung.. -_-

    ReplyDelete
  6. Udah diperingatkan jangan sesumbar, hasil akhirnya kembali ke pesan sponsor di awal cerita:
    "Resiko tanggung masing-masing!"

    ReplyDelete
  7. Pada dasarnya decoder yang resmi masuk pasar indonesia seperti MATRIX dan VENUS secara default dari distributor tidak bisa isi ticket FLY. Tetapi harus di isi secreet code untuk active kan menu tersebut, di buku manual yang di sertakan tidak ada diterangkan trick tersebut "Jadi Use For Your Own Risk"

    Berbicara mengenai decoder yang tidak resmi/Illegal masuk ke indonesia seperti SKYBOX dan OPENBOX, nah yang ini juragan decoder bisa kena pasal yang berbeda yaitu memasukkan barang yang tidak di Sertifikasi

    http://ipv6.postel.go.id/postelfinal/postelweb/?act=procedure&task=detail&id=16

    ReplyDelete
  8. maka ny mau kenyang jangan cuma sendiri, jika saja siaran bola smua ny di FTA kn pasti gx akan muncul yg nama ny FLY. atau pun BISS, kalaw pun dgn alasan bisnis mengharus kn utk mengACAK siaran, jangan salah kn pcinta bola yg kreatif bisa nonton dgn cara apapun yg dia bisa kerjakan, nama ny juga hobi....

    ReplyDelete
  9. itulah hidup ...salah ya salah

    ReplyDelete
  10. masih ada TV kabel g2 aja koq repOt.

    ReplyDelete
  11. Vulgar!... bayak yg suka

    ReplyDelete
  12. ora urus.........opo yo tak piker.........ora nonton tipi mati nonton tipi yo modar

    ReplyDelete
  13. kalo tivikabel tu boleh ya.... kan redistribusinya juga ngak nyampe sama yg pny siaran??

    ReplyDelete
  14. Fly bukan membobol sistem enkripsi!!!
    Asal katanya adalah **** *****, jadi * ***** ********* ***** ****** ********.
    Pelanggaran Hak Cipta nya adalah: menditribusikan content untuk tujuan komersial tanpa persetujuan si Pemegang Hak Cipta/Membayar maka telah melanggar UU.

    ReplyDelete
  15. Masih parah koruptor ama maksiat brayyy
    Ingat itu.....!!!!!!!

    ReplyDelete
  16. Sbtulnya smua warga ingin mdapat hiburan ßяº.. Tp justru bpk2 Ɣªⁿğ memanfaatkn keinginan mdpatkan hiburn dg mbeli siaran dg harga mahal
    Ayolah fasilitasi kami ni dg penuh kekeluargan. Jgn batasi apa Ɣªⁿğ mjdi hiburn kami.

    ReplyDelete
  17. Kami rakyat kecil jg inginkan hiburan,... Haruskah rakyat kecil mmbayar mahal untuk sekedar cari hiburan ????

    ReplyDelete
  18. Kpn sepakbola indonesia akan maju??klo mo lht siaran bola liga eropa saja hrs byr mhl..nasib2 jd rakyat kcl n miskin

    ReplyDelete
  19. Tindakan MNC GROUP jelas melanggar UUD-45, yg salah satu petikannya berbunyi " Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa(rakyat), oleh sebab itu, maka segala bentuk penjajahan di atas dunia ini harus di hapuskan, krn tdk sesuai dg PriKemanusiaan dan priKeadilan. Yg merdeka, berdaulat, adil dan makmur" secara sepintas, tindakan Pay Tv sama dg penjajahan, krn tdk membebaskan rakyat utk menonton acara2 televisi, kalau mau n0nt0n mesti bayar mahal, ini sama halnya dg Rentenir era VOC. Terlebih lagi, mrk berkembang di NKRI ini. Pdhal dulu para pahlawan kita sdh berjuang dg mengorbankan nyawa mereka, agar anak cucunya jg bebas dari penindasan kaum penjajah (KAPITALIS).

    ReplyDelete
  20. Lanjut kaN kTa pak pResideN....

    ReplyDelete
  21. koruptor dan MAKSIAT KENAPA GAK DI SWEEPINGG..........

    ReplyDelete
  22. inilah... indonesia.. masih di jajah sampai saat ini. pemimpin negri ini tak lagi berikan kemerdekaan buat warganya.
    masih kah rakyat percaya dgn pemimpin nya?...

    ReplyDelete
  23. Itu kan salahnya MNC Group Ato Indovision, Buat security Yang kuat agar siarannya tdk di share ato di bobol.

    ReplyDelete
  24. Lagian itu yg pakai biss key atau ply kebanyakan orang susah yg nggak sanggup bayar tv pay...kalau punya banyak uang pasti nggak mau repot-repot cari biss key,,atau tracking satelit berjemur di genteng...kasihan...mnc group kami akan balas semuanya itu nanti ..2014...

    ReplyDelete
  25. ini Endonesia bung, ada hukum pasti dilanggar.

    ReplyDelete
  26. bukanya pemilik ini siaran yg sekarang lagi promosi menjadi nomor 2 di negri ini

    ReplyDelete
  27. iya indovision punya HT

    ReplyDelete
  28. sentiment ni yee...

    ReplyDelete
  29. Itu kreavitas yang tertindas dengan sistem kapitalis.... coba kita kembali ke tahun 70an 80an ... apa ada tv berbayar... semua serba gratis.
    Karena ada uang ya akhirnya fungsi broadcast jadi barang komersil ... Saya justru mendukung Orange TV karena channel lokal gratis dan kalo mau nonton premium baru bayar .... karena channel premium kan barang import ... ya wajar kalau bayar.

    ReplyDelete
  30. hobi kan tidak harus menghalalkan segala cara bro

    ReplyDelete
  31. emang yang punya produksi siaran mbah mu trus semua harus gratis!!!!!yang mau ganti biaya produksi siapa???otak dipakai dong jangan asal nyalahin pemerintah. coba kalian yang menghujat pay tv tinggal di malaysia yang cuman ada astro gimana????otak kalo di taroh di dengkul pasti mikirnya pendek dasar orang goblooook!!!!tuh ada yang koment lebih goblok nyalahin mnc karena security system nya kurang kuat,goblok dipelihara!!!!budayakan malu untuk gratisan

    ReplyDelete
  32. hehe jadi ketahuan goblok nya

    ReplyDelete
  33. yang ngomong spt ini pasti orang songong

    ReplyDelete
  34. Oh krng tau rpnya tv prabayar punya mbak mu maskon angara kmi gak tau ni bru tau pantas kmu terjepit ekor.

    ReplyDelete
  35. Itu yang di share pake fly tiket pastinya kartu tayang yang gak di pairing dengan decodernya. makanya untuk provider biar lebih aman dipairing dung kartu dengan dekoder nya. terus kan terlihat di server provider tuh yang Nomer kartu tayangnya cloning atau buka beberapa channel dalam satu waktu.

    ReplyDelete

Silahkan memberikan komentar secara sopan dan beretika.

Powered by Blogger.