Header Ads

Breaking News
recent

Cara Mudah dan Gratis Nonton Piala Dunia 2018

STASIUN TV asal Kamboja, CTN menjadi salah satu alternatif menonton Piala Dunia 2018. (adhif.com)
BAGI pengguna parabola, ada beberapa opsi yang bisa dipilih untuk menyaksikan Piala Dunia 2018. Berbayar atau gratisan. Gratisan disini juga tentu bukan full gratisan. Tetap ada biaya yang harus dikeluarkan dan tenaga yang akan terkuras.

Bagi yang tak ingin lelah, bisa berlangganan televisi berbayar resmi pemegang hak siar Piala Dunia 2018 di Indonesia, TransVision untuk KU-Band dan K-Vision untuk jalur C-Band.

Nah, bagaimana untuk yang tetap memilih untuk menonton Piala Dunia 2018 memaksimalkan parabola biasa? 

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, terutama adalah "peralatan tempur". Karena sampai saat ini belum ada siaran TV luar negeri menyiarkan Piala Dunia 2018 menggunakan sistem MPEG-2 yang bisa dijangkau di Indonesia secara free to air (FTA) di satelit, maka anda harus sudah memiliki peralatan tempur yang mumpuni.

Pertama adalah Digital Satellite Receiver (DSR). DSR yang digunakan minimal harus sudah mendukung sistem DVBS/MPEG/High Definition (HD). Lebih baik lagi kalau sudah bisa membuka enkripsi PowerVu dan Tandberg. Ada beberapa channel yang FTA, tapi jauh di Intelsat 19.

Kedua, dish atau parabola. Dish atau biasa yang disebut parabola memegang peranan yang sangat vital. Semakin baik kondisi dish atau parabola, maka akan semakin mudah mendapatkan channel alternatif yang menyiarkan Piala Dunia, bahkan yang memiliki sinyal pelit sekalipun. Saran saya, gunakan dish minimal 8 ft ke atas. Semakin besar semakin bagus.

Ketiga adalah keberanian dan pengetahuan. Keberanian dan pengetahuan untuk menggerakkan parabola serta mendudukkannya di posisi yang benar-benar tepat dan maksimal. Sehingga tidak ada kesulitan mencari channel dari Timur hingga ke Barat. 

Ingat, disini tidak hanya perlu keberanian saja, tapi perlu pengetahuan, utamanya keamanan. Hati-hati, pastikan alat elektronik sudah dalam kondisi aman sebelum memulai untuk mengubah posisi parabola.

Nah, selanjutnya kenali peralatan anda, khususnya DSR. Saya akan membagi menjadi beberapa kategori.

1. MPEG-2/SD 
Sampai saat ini belum ada siaran TV luar negeri yang menggunakan sistem MPEG-2/SD Free To Air (FTA) yang bisa dijangkau di Indonesia. Jadi, jika anda pemilik DSR dalam kategori ini, mesti membeli DSR baru. Tidak ada salahnya meng-upgrade DSR anda menjadi lebih mumpuni. Apalagi sekarang harga DSR yang support Full High Defenition (HD) dan bisa menjalankan berbagai enkripsi terkini seperti Tanberg banyak dibawah Rp. 200-ribuan.

Bagi pemilik DSR MPEG-2/SD dan bisa membuka enkripsi Biss Key, pilihannya adalah stasiun TV milik Kamboja CTN, CNC, MyTV (CBS Group) dan stasiun TV Thailand Amarin TV, True 4U dan Thai TV 5. Sebenarnya, ada beberapa channel seperti milik Malaysia, Bangladesh dan lainnya. Tapi, hanya menyiarkan beberapa pertandingan. Jadi, saya hanya akan membahas stasiun TV Kamboja dan Thailand ini saja. 

Untuk yang berdomisili di Pulau Sumatera, sebagian Kalimantan dan Jawa bisa mendapatkan ketiga channel Thailand tersebut dengan baik. Selainnya, mungkin akan kesulitan karena pengakuan sejumlah pengguna parabola, sulit mendapatkan polaritas vertikal. Sementara, ketiga channel Thailand yang menggunakan sistem MPEG-2 semuanya masih menggunakan polaritas Vertikal.

Untuk mendapatkan channel Kamboja tersebut, klik Menu DSR anda untuk memasukkan transponder baru dengan Frekuensi: 4051, Polaritas Horizontal dan Symbol Rate: 9628. Tiap DSR akan berbeda cara menambahkan transpondernya.

Tugas kita selanjutnya memindahkan arah parabola dari sebelumnya berada di channel lokal seperti RCTI, tvOne, dll yaitu di satelit Palapa D (134.0°E) ke satelit Apstar 6 (134.0°E). Proses ini bisa dilakukan dengan membawa TV ke dekat parabola atau bersama seorang teman lainnya yang tugasnya memastikan signal dan kualitas sudah naik. 

Lebih mudah lagi jika parabola anda dipasang positioner dan aktuator, karena anda hanya tinggal menekan remot untuk mengubah posisi parabola.

Setelah itu, geser parabola secara perlahan-lahan ke arah Timur sampai sinyal dan kualitas naik hingga maksimal. Setelah itu, lakukan pencarian. Nanti akan muncul tiga channel CTN, CNC dan MYTV. Jika parabola dalam kondisi baik, seharusnya tidak ada masalah untuk mendapatkan channel ini.

Jika tidak ada bola, ketiga channel ini Free To Air (FTA) dan baru akan diacak ketika pertandingan berlangsung. Untuk membukanya, silahkan masukkan kode Biss Key ketiga channel tersebut. Cara memasukkan Biss Key tiap DSR juga berbeda-beda. 

Untuk mencari channel Thailand diatas juga bisa dilakukan hal yang sama. Hanya saja arahnya berbeda. Karena berada di satelit Thaicom 6 (78.5°E), maka posisi parabola digeser ke arah Barat. Selain itu, transpondernya juga berbeda. Transponder True 4U: 3625 V 30000, Amarin TV: 3920 H 30000 dan Thai TV 5: 3625 V 30000. Kalau sudah dapat, silahkan input Biss Key-nya masing-masing.

2. MPEG-4/SD
Punya DSR yang hanya support MPEG-4/SD FTA? Dengan DSR tipe ini sebenarnya banyak pilihan untuk menonton Piala Dunia 2018 secara gratis. Tapi, posisi satelitnya sangat jauh. Salah satu yang menyiarkan adalah stasiun TV Papua Nugini bernama EM TV, yang berada di satelit Intelsat 19 (166.0°E). 

Sangkin jauhnya, parabola akan hampir tegak lurus ke langit. Cara pencariannya sama seperti mencari channel Kamboja diatas. Posisinya melewati satelit Apstar 6 (134.0°E). Transponder EM TV: 3805 V 3960.

Untuk pengguna MPEG4/SD dan support Biss Key, ada channel kejutan yang menyiarkan Piala Dunia 2018. Yaitu stasiun TV milik Myanmar, MWD dan MWD Variety. Channel ini bermukin di satelit Palapa D. Jadi, untuk mendapatkannya tidak perlu mengubah posisi parabola anda. Hanya tinggal menambahkan transponder baru, maka channel ini bisa dinikmati.

Banyak yang mengeluhkan tidak bisa mendapatkan channel ini. Memang, sinyalnya sedikit agak pelit. Tapi, jika kondisi parabola masih presisi dan posisinya benar-benar tepat, sangat mudah untuk mendapatkannya. Tinggal memasukkan transponder: 4110 H 11670. Selanjutnya, tinggal mengisi Biss Key kedua channel tersebut.

Sayangnya, channel ini hanya menyiarkan beberapa pertandingan. Semoga saja di babak knock out nanti channel ini menyiarkan seluruh pertandingannya.

3. MPEG-4/HD
Kalau DSR anda support MPEG-4/HD Free To Air (FTA), channel alternatifnya sama saja dengan MPEG-4 diatas. Soalnya, tidak ada channel MPEG/HD yang menyiarkan Piala Dunia 2018 secara FTA selain SBS One. Itu pun hanya menyiarkan beberapa pertandingan dan DSR harus mendukung multistream..

Tapi, jika DSR MPEG-4/HD anda support input Biss Key, bisa juga menyaksikan lewat channel yang sudah diuraikan di poin 1 dan 2 diatas. Untuk kualitas lebih baik, bisa juga menonton lewat channel berkualitas High Defenition (HD) dari Negeri Gajah Putih. 

Channel-nya sama, yaitu Amarin TV, True 4U dan Thai TV 5. Bedanya, Amarin TV dan Thai TV 5 ini berkualitas HD, sehingga lebih memanjakan mata saat pertandingan berlangsung. Transponder ketiga channel ini: 4080 H 30000. 

Cara mendapatkannya sama saja dengan yang ada di poin 1. Jika sudah dapat yang MPEG-2, tinggal memasukkan transponder diatas diikuti dengan meng-input Biss Key-nya.

Terakhir, jika DSR MPEG-4/HD anda sudah bisa membuka jenis enkripsi Tandberg, maka bisa juga menjadikan stasiun televisi asal Vietnam, VTV 3 dan VTV 9, alternatif untuk menonton Piala Dunia 2018. Selain posisinya yang berada di satelit Vinasat 1 (132.0°E) dekat dengan satelit Palapa D, kualitasnya juga sudah Full HD. Cukup masukkan transponder: 3590 V 19200 dan geser perlahan parabola ke arah Timur sampai sinyal naik. Lalu scan dan tinggal menyaksikan.

Itulah cara menonton dan mendapatkan siaran Piala Dunia 2018 secara gratis. Tentu, seperti yang disebutkan sebelumnya, tetap akan ada biaya yang dikeuarkan ditambah memerlukan tenaga ekstra. Pastikan sebelum anda memulai untuk tracking, pahami dulu teorinya dan utamakan keamanan. Jika, ragu, panggil teknisi atau gunakan perangkat resmi pemegang hak siar Piala Dunia 2018 di Indonesia.

PIPPO ADHIF
instagram: @pippoadhif

No comments:

Silahkan memberikan komentar secara sopan dan beretika.

Powered by Blogger.